Kenangan Masa Kecil (1): Alumnus TK Bhayangkari

0




--ciloteh/ Oce E Satria


👣

2021, sudah sampai saja di angka ini. Dulu, tahun 1984 ketika kelas 4, misalnya (setiap menulis latihan di buku mesti ditulis tanggal dan tahun) membayangkan bakal ada tahun 1985, itu rasanya sesuatu. 

Dulu waktu masih SD sering dengar lagunya grup qasidah Nasida Ria berjudul "Tahun 2000" terdengar seperti kita membayangkan lorong waktu masa depan. Nyatanya tahun 2000 yang utopis itu terlewati juga. 

Masa lalu yang bisa kuingat mungkin ketika aku mulai usia TK. Aku sekolah di TK Bhayangkari, sebuah TK yang dikelola ibu-ibu Bhayangkari Polres Tanah Datar. Sekolahannya persis di depan bawah Mapolres, dekat stadion sepakbola. Seragamnya putih kuning.

Tiap pagi aku diantar bapak dengan sepeda dinasnya. Didudukkan di setang. Bapak mengantar sampai gerbang TK lalu serah terima dengan Bu Guru, lantas meluncur ke Polsek Limo Kaum, tempatnya berdinas. Pulang sekolah tidak lagi dijemput bapak, tapi  jalan kaki bareng teman-teman ke rumah, di Asrama Polisi Parak Jua.

TK, seperti jamak di mana-mana kegiatannya adalah bernyanyi, mengenal huruf dan angka, dan mendengar Bu Guru bercerita. Sementara kami lebih banyak hilir mudik, lari-larian, teriak-teriak sampai ngompol di celana, dan sebagainya. Sampai Bu Guru kembali menetralisir suasana, kembali menguasai kelas.

Seingatku, aku pernah menyimpan perasaan yang entah, kepada salah satu teman sekelas, seorang cewek manis, imut tepatnya. Yani, namanya. Sama-sama anak asrama. Sampai sekarang aku masih bisa membayangkan profil wajahnya. Dia orangnya ceriaan, agak liar karena kulihat ia sering lari-larian di kelas. 

Kepada Yani aku kok selalu ingin lihat dia terus ya? Inikah rindu? Tiap kali dekatan dengan dia, jantungku selalu deg degan. Inikah cinta? Ha ha, enggaklah. Mungkin itu hanya perasaan senang sekaligus karakter saya yang pemalu saja. Masa sih anak TK ingusan sudah kasmaran. Eh, tapi jangan-jangan itu memang itu benar-benar cinta?

Masa TK yang paling berkesan itu mungkin waktu acara 17an. Ada pawai alegoris. Oleh Amak dan Bapak, aku dibelikan pakaian tentara. Jenderal TNI Angkatan Darat.  Sayang waktu berfoto di sebuah studio foto dengan seragam jenderal itu, aku manyun terus. Berkali-kali disuruh senyum oleh tukang potonya, aku gagal senyum.

1979 itu, aku tamat TK. Dapat STTB. Tahu kan STTB?  Tamat TK alhamdulillah aku nggak sempat nganggur. Langsung diterima di SD.  Jauh, di kampung, SD No 1 Aie Angek. Tepat ketika bapak memasuki MPP (masa persiapan pensiun).

Foto: ilustrasi/google


"Hitunglah umurmu dengan teman, bukan tahun. Hitunglah hidupmu dengan senyum, bukan air mata." - John Lennon




 


Posting Komentar

0Komentar

Bagaimana kisah Anda?

Bagaimana kisah Anda?

Posting Komentar (0)

Portal StatistikEditor : Oce E Satria

Artikel diterbitkan oleh NostaBlog . Semoga artikel ini bermanfaat. Silakan bagikan ke media sosial Anda atau mengutip dengan menyertakan link artikel ini sebagai sumbernya. Terimaksih sudah membaca. Simak artikel-artikel menarik lainnya

To Top